Di Tengah Kesibukan Akademik, Ketua HMPM ES UIN Sunan Kalijaga Terbitkan Buku “Antara Sunyi dan Pulang”

Yogyakarta, Abdurahman, mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Ketua Himpunan Mahasiswa Program Magister Ekonomi Syariah (HMPM ES), kembali menorehkan karya melalui penerbitan buku berjudul Antara Sunyi dan Pulang.

Buku yang terbit pada Agustus 2026 ini merupakan buku keempat yang ditulis Abdurahman. Karya tersebut lahir di tengah kesibukannya menjalani aktivitas akademik sebagai mahasiswa pascasarjana sekaligus menjalankan amanah organisasi sebagai Ketua HMPM ES UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saat ini, Abdurahman tengah berada pada tahap akhir penyelesaian studi Magister Ekonomi Syariah. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan, tugas akademik, penelitian, dan penyelesaian tesis, ia tetap menyempatkan waktu untuk menulis dan mengembangkan literasi.

Bagi Abdurahman, perjalanan sebagai mahasiswa Magister Ekonomi Syariah tidak hanya berkaitan dengan penguasaan teori dan kajian ekonomi, tetapi juga merupakan proses membangun kapasitas diri, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan akademiknya.

Melalui buku Antara Sunyi dan Pulang, Abdurahman mengangkat kisah tentang kehidupan seseorang yang memilih meninggalkan kampung halaman dan keluarga untuk menempuh pendidikan di tempat yang jauh. Pengalaman berada di perantauan menjadi ruang refleksi tentang bagaimana seseorang belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi kesepian, serta bertahan dalam berbagai tantangan kehidupan.

Sebagai putra daerah asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pengalaman merantau ke Yogyakarta menjadi salah satu latar yang menginspirasi lahirnya buku tersebut. Jarak dengan keluarga, perbedaan lingkungan, dinamika kehidupan sebagai mahasiswa, serta proses mengejar pendidikan menjadi bagian dari pengalaman yang kemudian dituangkan dalam karya.

Pengalaman tersebut juga memberikan perspektif yang lebih luas dalam memahami makna pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi generasi muda di daerah. Pendidikan tidak hanya menjadi sarana memperoleh gelar akademik, tetapi juga menjadi investasi pengetahuan, karakter, keterampilan, dan jejaring yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi individu, keluarga, masyarakat, dan daerah asal.

Dalam perspektif yang lebih luas, semangat tersebut memiliki keterkaitan dengan kajian Ekonomi Syariah yang menempatkan manusia dan kemaslahatan sebagai bagian penting dalam pembangunan. Ilmu yang diperoleh melalui pendidikan diharapkan tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan, karya, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Buku Antara Sunyi dan Pulang tidak hanya menyajikan cerita mengenai kehidupan di perantauan, tetapi juga membawa pesan motivasi bagi generasi muda, khususnya mereka yang memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah.

Melalui buku tersebut, Abdurahman ingin menunjukkan bahwa merantau dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Jauh dari keluarga mengajarkan seseorang untuk lebih mandiri, bertanggung jawab, mampu mengambil keputusan, membangun relasi, dan beradaptasi dengan berbagai keadaan.

Di tengah perjalanan akademiknya di UIN Sunan Kalijaga, aktivitas kepenulisan menjadi salah satu ruang bagi Abdurahman untuk mengolah pengalaman menjadi gagasan yang dapat dibagikan kepada masyarakat. Penerbitan buku keempat ini sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas akademik, organisasi, dan literasi dapat berjalan beriringan.

Sebagai Ketua HMPM ES, Abdurahman juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan organisasi. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas yang melengkapi perjalanan akademiknya sebagai mahasiswa Magister Ekonomi Syariah.

Baginya, kepemimpinan mahasiswa bukan sekadar menjalankan sebuah amanah organisasi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar mengelola manusia, membangun kolaborasi, menyelesaikan persoalan, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat. Nilai-nilai tersebut menjadi pengalaman praktis yang melengkapi pembelajaran akademik di bidang Ekonomi Syariah.

Melalui karya ini, Abdurahman berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil kesempatan untuk belajar dan berkembang di luar daerah. Pendidikan, menurutnya, merupakan salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi lingkungan dan daerah asalnya.

Menurutnya, keberanian untuk merantau bukan hanya tentang meninggalkan rumah, tetapi juga tentang keberanian untuk menghadapi proses, belajar dari pengalaman, dan mempersiapkan diri untuk kembali memberikan manfaat bagi keluarga dan daerah.

Antara Sunyi dan Pulang menjadi karya keempat Abdurahman sekaligus bagian dari perjalanan panjangnya sebagai mahasiswa Magister Ekonomi Syariah, organisator, dan penulis. Buku tersebut menjadi refleksi perjalanan seorang anak daerah yang memilih menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman, dengan membawa harapan untuk terus bertumbuh dan memberikan kontribusi melalui ilmu dan karya.

Pada akhirnya, perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan, kepemimpinan, dan literasi dapat saling melengkapi. Ilmu yang diperoleh di bangku Magister Ekonomi Syariah menjadi bekal intelektual, pengalaman organisasi menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, sedangkan kepenulisan menjadi media untuk menyampaikan gagasan dan pengalaman kepada masyarakat.

“Sebab merantau bukan sekadar tentang seberapa jauh kita pergi dari rumah, tetapi tentang seberapa banyak kita belajar sebelum akhirnya memahami arti pulang.”