Dari Ruang Akademik ke Rak Perpustakaan, Kaprodi MES Serahkan Empat Buku untuk Memperkaya Khazanah Keilmuan UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta — Sebuah karya tidak benar-benar selesai ketika penulis menuliskan kalimat terakhir. Ia masih memiliki perjalanan panjang untuk menemukan pembaca, menjadi bahan perbincangan, dan mungkin menginspirasi lahirnya karya berikutnya. Semangat itu terlihat ketika Ketua Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhammad Ghafur Wibowo, S.E., M.Sc., menyerahkan empat buku kepada Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, yang diterima oleh Wakil Kepala Perpustakaan, Ibu Sri Lestari, SIP., MIP, Senin (21/9/2026). Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses mahasiswa terhadap karya akademik yang lahir dari lingkungan kampus sendiri.
Bagi Ghafur, buku tidak semestinya berhenti sebagai karya pribadi yang tersimpan di ruang kerja penulis. Ketika sebuah karya masuk ke perpustakaan, ia memiliki kesempatan untuk menjangkau pembaca yang lebih luas. Mahasiswa dapat membacanya sebagai referensi, menjadikannya bahan diskusi, atau bahkan menemukan ide penelitian baru dari gagasan yang ada di dalamnya. Perpustakaan kemudian menjadi ruang yang mempertemukan pengalaman dan pengetahuan seorang akademisi dengan rasa ingin tahu generasi mahasiswa yang datang sesudahnya.
“Harapannya, buku-buku karya dosen dan mahasiswa Prodi MES ini bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa Magister Ekonomi Syariah. Saya ingin mahasiswa MES semakin produktif membaca, menulis, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya. Tetapi tentu saja buku-buku ini tidak hanya untuk mahasiswa FEBI. Saya berharap mahasiswa dari berbagai kampus juga dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan dan bidang keilmuannya,” ujar Ghafur.
Harapan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat menyimpan koleksi. Sebuah karya tentang ekonomi syariah, misalnya, dapat dibaca dari sudut pandang yang berbeda oleh mahasiswa perbankan, manajemen, hukum, pendidikan, maupun ilmu sosial dan humaniora. Pertemuan antardisiplin semacam itu justru dapat membuka percakapan akademik yang lebih luas. Buku menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenali gagasan di luar ruang kelas dan bidang studi yang selama ini mereka tekuni.
Empat buku yang diserahkan tersebut juga telah tersedia dalam Institutional Repository UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran karya dalam ruang digital memperluas kemungkinan akses bagi mahasiswa dan peneliti. Pengetahuan tidak lagi hanya berada di rak tertentu dan menunggu seseorang datang mencarinya. Ia dapat ditemukan kembali melalui ruang digital, dibaca dari tempat yang berbeda, dan dimanfaatkan oleh siapa saja yang membutuhkan. Di tengah perkembangan teknologi informasi, perpustakaan pun terus bergerak dari ruang fisik menuju ekosistem pengetahuan yang semakin terbuka.
Pihak Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menyambut baik penyerahan karya tersebut. Karya yang berasal dari dosen dan sivitas akademika memiliki nilai tersendiri karena merepresentasikan pengetahuan yang tumbuh dari lingkungan kampus. Kehadirannya di perpustakaan dapat memperkaya pilihan bacaan sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan hasil pemikiran para akademisi di kampusnya sendiri. Perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat mahasiswa mencari referensi ketika mengerjakan tugas, tetapi juga menjadi ruang yang mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca dan budaya akademik.
Penyerahan karya tersebut juga membawa pesan bagi mahasiswa MES agar produktivitas akademik tidak berhenti pada kewajiban menyelesaikan tugas kuliah. Membaca perlu dilanjutkan dengan bertanya, penelitian perlu dilanjutkan dengan menulis, dan tulisan perlu diberi ruang untuk dibaca orang lain. Dari proses semacam itulah budaya akademik tumbuh secara perlahan. Mahasiswa yang hari ini membaca karya dosen di perpustakaan dapat menjadi penulis yang karyanya kelak mengisi rak yang sama.
Lebih jauh, semangat berbagi karya tidak seharusnya dibatasi oleh identitas fakultas atau program studi. Perpustakaan adalah ruang bersama seluruh sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Karena itu, karya yang diserahkan Ghafur juga dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin untuk saling mengenal gagasan. Ekonomi syariah dapat berdialog dengan pendidikan, hukum, sosial, manajemen, maupun bidang lainnya. Dari perjumpaan itulah pengetahuan sering kali berkembang dengan cara yang tidak selalu dapat direncanakan sebelumnya.
Ada sesuatu yang sederhana dari penyerahan empat buku tersebut, tetapi penting untuk dirawat: pengetahuan akan memiliki umur yang lebih panjang ketika dibagikan. Seorang dosen menulis dari hasil membaca, meneliti, mengajar, dan berdiskusi. Buku kemudian diserahkan kepada perpustakaan. Mahasiswa membacanya, mengkritisinya, dan mungkin menemukan gagasan baru. Dari sana lahir tulisan berikutnya. Begitulah pengetahuan bergerak—tidak berhenti pada satu orang, tetapi berpindah dari tangan ke tangan dan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada titik tertentu, perpustakaan bukan hanya tempat buku beristirahat. Ia adalah tempat gagasan menunggu untuk dibangunkan oleh pembaca. Empat buku yang diserahkan dari Prodi MES menjadi bagian dari perjalanan itu. Dari ruang akademik tempat gagasan dilahirkan, karya bergerak menuju rak perpustakaan untuk bertemu dengan mahasiswa dan pembaca yang lebih luas. Barangkali, dari salah satu buku tersebut, akan lahir pertanyaan baru, penelitian baru, atau bahkan sebuah buku baru. Dan di situlah sebuah karya menemukan kehidupan keduanya. []
Link buku:
1.TRANSFORMASI EKONOMI SYARIAH MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN: https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78378/
2.EKONOMI PEMBANGUNAN ISLAM:https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78379/
3.LANSEKAP SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DALAM BINGKAI EKONOMI ISLAM: JALAN MENUJU PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN YANG BERKEADILAN:https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78377/
4.DINAMIKA PEMBANGUNAN DI NEGARA-NEGARA MUSLIM DEVELOPMENT 8 (D-8):https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/78376/