Prodi Bimbingan Konseling UIN Ar-Raniry Banda Aceh Beri Kepercayaan kepada Ketua HMPM ES UIN Sunan Kalijaga sebagai Narasumber Webinar Nasional
Banda Aceh, 2 Oktober 2026 Program Studi Bimbingan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry Banda Aceh memberikan kepercayaan kepada Abdurahman, S.E., M.E., C.Ps., AWP-S, selaku Ketua HMPM Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, untuk menjadi salah satu narasumber dalam Webinar Nasional yang diselenggarakan oleh HMP-BK UIN Ar-Raniry Periode 2026–2027.
Webinar nasional tersebut mengangkat tema “Menyongsong Generasi Emas 2045: Sinergi Kesehatan Mental, Prestasi Akademik, dan Kemandirian Ekonomi di Era Society 5.0”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui Instagram pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Abdurahman membawakan submateri “Membangun Kemandirian dan Literasi Ekonomi Syariah sebagai Bekal Masa Depan Mahasiswa.” Materi ini menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam membangun kemandirian ekonomi di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Dalam pemaparannya, Abdurahman menekankan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu membangun literasi ekonomi dan keuangan syariah sebagai bekal dalam mengambil keputusan ekonomi secara bijak, mandiri, dan bertanggung jawab.
Menurutnya, literasi ekonomi syariah tidak sebatas memahami konsep dan teori, tetapi juga bagaimana prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan mahasiswa. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pengelolaan keuangan yang baik, membangun pola hidup produktif, memahami peluang ekonomi, mengembangkan keterampilan, serta mulai mengenal dan memanfaatkan peluang kewirausahaan.
Abdurahman juga mendorong mahasiswa untuk mulai membangun kemandirian ekonomi sejak masa perkuliahan. Kemandirian tersebut bukan hanya tentang kemampuan menghasilkan pendapatan, tetapi juga kemampuan mengelola sumber daya, mengambil keputusan finansial secara tepat, serta memiliki pola pikir yang kreatif dan produktif.
Ia menilai bahwa pemahaman ekonomi syariah dapat menjadi salah satu fondasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi masa depan. Dengan mengintegrasikan literasi ekonomi syariah, karakter, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi yang mandiri sekaligus memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai keadilan dan kebermanfaatan sosial.
Generasi Emas 2045 tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki mental yang kuat, karakter, kemampuan beradaptasi, literasi ekonomi, serta kemandirian dalam menghadapi masa depan.
Dalam webinar tersebut, Abdurahman hadir bersama sejumlah narasumber dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya Muhammad Ikram, Ketua Umum HMP BK Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh; Nuzulul Azmi, S.Pd, Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Magister dan Doktoral FIP Universitas Negeri Yogyakarta; serta Timoteus Mau, S.Pd, Ketua Umum LPDP Universitas Negeri Yogyakarta.
Kepercayaan yang diberikan kepada Abdurahman sebagai narasumber menjadi bagian dari kolaborasi dan pertukaran gagasan antarmahasiswa lintas perguruan tinggi. Kegiatan ini sekaligus memperluas jejaring akademik dan organisasi kemahasiswaan dalam membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan mental, kepemudaan, teknologi, serta kemandirian ekonomi.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul secara akademik, sehat secara mental, memiliki literasi ekonomi syariah, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu membangun kemandirian ekonomi sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.