Belajar Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa Magister Ekonomi Syariah (MES) UIN Sunan Kalijaga Kunjungi OJK Yogyakarta
Yogyakarta (27/03) – Sebanyak 16 mahasiswa prodi Magister Ekonomi Syariah (MES) UIN Sunan Kalijaga mengunjungi Kantor OJK Daerah Istimewa Yogyakarta pada 5 Maret 2024 yang lalu. Kegiatan yang diadakan di Ballroom Indraprasta OJK tersebut juga dihadari 127 mahasiswa prodi Perbankan Syariah dan 3 dosen pendamping.
Acara resmi dibuka oleh Risa Fajarwati, selaku Analis Deputi Direktur Pengawasan PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK DIY. Pada pengantar yang disampaikan, Risa menyebutkan bahwa kunjungan semacam ini merupakan hal yang positif. Sinergisitas antara lembaga pembelajaran dan instansi terkait untuk pengembangan pengetahuan mahasiswa sangat diperlukan dan harus terjalin baik.
Di samping itu, dosen pengampu mata kuliah Menejeman Lembaga Keuangan Syariah, Dr. Ruspita Rani Pertiwi, S.Psi, M.M, dalam sambutannya berharap para mahasiswa bisa mendalami literasi keuangan syariah, khususnya mengetahui peran OJK dan perkembangan perbankan syariah di tanah air. Kesempatan yang langka dan tentunya sangat positif bagi mahasiswa untuk melihat peta Lembaga keuangan syariah yang terus berkembang.
Selama kegiataan berlangsung, para mahasiswa terlihat begitu antusias. Bertambahnya pengetahuan dari materi yang disampaikan narasumber, Rizki Maulana, dirasa harus lebih didalami Kembali karena masih menyisakan banyak pertanyaan di kepala. Puluhan mahasiswa berlomba-lomba ingin mendapatkan kesempatan untuk bertanya. Meski tak semuanya berkesempatan, setidaknya 6 mahasiswa yang telah menyampaikan pertanyaan dirasa mewakili unek-unek yang ingin disampaikan.
Wawasan literasi keuangan syariah yang diperoleh ini bisa dijadikan bekal bagi para mahasiswa untuk menjadi pemimpin perubahan (leader of change) bagi kemajuan keuangan syariah di tanah air. Baik terlibat secara langsung dalam menyebarkan kepada masyarakat lebih luas. Atau bisa juga lewat gagasan dan ide kreatif yang tujuannya untuk membawa “perbaikan” ekonomi Indonesia. (Wahyu Wibowo).