Menyaksikan Inovasi Hijau: Mahasiswa MES UIN Sunan Kalijaga Hadiri Kompetisi Pangan Berkelanjutan di UiTM Malaysia

Shah Alam, Malaysia — Bastian Limbong, mahasiswa Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, hadir sebagai undangan dalam ajang “Innovative Food Product Development Competition”. Kompetisi yang mengusung tema “Transforming Fruit Waste Into Wealth” ini diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Foyer Fakulti Sains Gunaan dan Ruang A401 kampus setempat.

Sebagai bagian dari agenda pengayaan akademik dan budaya selama program pertukaran, acara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa, dosen, serta tamu undangan dari dalam dan luar kampus. Bastian berkesempatan menyaksikan langsung proses kreatif mahasiswa UiTM dalam menciptakan produk pangan inovatif yang mengubah limbah buah menjadi barang bernilai ekonomi.

“Sangat menginspirasi melihat semangat dan kreativitas para peserta. Mereka tidak hanya berfokus pada inovasi rasa, tetapi juga pada prinsip keberlanjutan dan pengurangan sampah. Dari perspektif ekonomi syariah, ini sejalan dengan konsep maslahah dan pemanfaatan sumber daya secara optimal,” ungkap Bastian Limbong, mahasiswa MES UIN Sunan Kalijaga yang hadir sebagai pemerhati dalam acara tersebut.

Kompetisi ini menampilkan berbagai prototipe produk seperti selai dari kulit buah, minuman fermentasi dari limbah nanas, hingga camilan berbasis ampas buah. Para peserta dinilai berdasarkan inovasi, kelayakan komersial, dampak lingkungan, serta presentasi bisnis. Suasana acara dipadati dengan stan-stan pameran yang interaktif, memungkinkan pengunjung seperti Bastian untuk berdiskusi langsung dengan tim peserta.

Kehadiran mahasiswa internasional seperti Bastian juga turut memperkaya dinamika acara, menjadikannya ajang pertukaran wawasan lintas budaya dan disiplin ilmu. “Sebagai mahasiswa ekonomi syariah, saya tertarik melihat bagaimana nilai keberlanjutan ini dapat diintegrasikan dengan model bisnis yang bertanggung jawab. Pengalaman ini memberikan perspektif baru yang sangat relevan dengan studi saya,” tambahnya.

Acara diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan undangan, serta penyerahan hadiah kepada para pemenang. Bastian berharap pengalaman menyaksikan kompetisi semacam ini dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan gagasan serupa yang selaras dengan prinsip ekonomi syariah, baik dalam penelitian maupun penerapan di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk engagement akademik yang mendukung perluasan jaringan dan pertukaran ide antara mahasiswa pertukaran dari UIN Sunan Kalijaga dengan komunitas kampus setempat, memperkuat hubungan akademik Indonesia-Malaysia di ranah inovasi pangan berkelanjutan dan ekonomi hijau.