Menyiapkan Mahasiswa Magister yang Berintegritas dan Tangguh, Sospem Hari Kedua MES dan MAKSI Teguhkan Kultur Akademik

Menyiapkan Mahasiswa Magister yang Berintegritas dan Tangguh, Sospem Hari Kedua MES dan MAKSI Teguhkan Kultur Akademik

Memasuki hari kedua pelaksanaan Sosialisasi Pembelajaran (Sospem), Mahasiswa Baru Program Magister Ekonomi Syariah (MES) dan Magister Akuntansi Syariah (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diarahkan pada fase pendalaman dan pematangan orientasi studi magister. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 03 Februari 2026, di Ruang Munaqosyah Besar Lantai 3 ini dirancang sebagai ruang internalisasi nilai-nilai akademik, penguatan karakter intelektual, serta pembekalan keterampilan reflektif yang dibutuhkan dalam menempuh pendidikan pascasarjana.

Sejak awal kegiatan, mahasiswa diajak untuk menempatkan diri sebagai bagian dari komunitas akademik yang menjunjung tinggi etika, tanggung jawab ilmiah, dan kedewasaan berpikir. Proses registrasi dan pembukaan menjadi pengantar bagi rangkaian sesi yang menuntut keterlibatan aktif, bukan sekadar kehadiran administratif. Atmosfer akademik yang terbangun mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk berproses lebih jauh sebagai insan pembelajar di jenjang magister.

Pendalaman nilai integritas akademik menjadi fokus utama pada sesi awal melalui pemaparan materi Literasi Integritas Akademik dan Praktik Penulisan Ilmiah yang disampaikan oleh Faaza Fakhrunnas, S.E., M.Sc. Materi ini mengajak mahasiswa memahami integritas bukan semata sebagai aturan formal, melainkan sebagai sikap ilmiah yang melekat dalam setiap proses berpikir, menulis, dan menghasilkan karya akademik. Mahasiswa didorong untuk memahami konsekuensi etis dari praktik akademik, pentingnya orisinalitas, serta tanggung jawab keilmuan dalam menghasilkan tulisan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun moral.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada sesi penguatan kapasitas personal melalui materi Goal Setting dan Resilience: Menjadi Mahasiswa Magister yang disampaikan oleh Wahyu Wibowo, M.E. Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memetakan tujuan studi secara realistis sekaligus membangun ketahanan diri dalam menghadapi kompleksitas studi magister. Mahasiswa diajak menyadari bahwa proses akademik pada jenjang pascasarjana menuntut konsistensi, disiplin, serta kemampuan mengelola tekanan dan ketidakpastian. Dengan pendekatan yang dialogis dan kontekstual, sesi ini menegaskan pentingnya resiliensi sebagai bekal utama dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas proses belajar.

Pada sesi selanjutnya, mahasiswa diperkenalkan pada dinamika kehidupan kemahasiswaan pascasarjana melalui pengenalan Himpunan Mahasiswa Program Magister (HMPM) dan ruang-ruang partisipasi akademik yang tersedia. Pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., bersama perwakilan HMPM MES, Miftahus Surur, memberikan perspektif bahwa aktivitas kemahasiswaan tidak berdiri terpisah dari proses akademik, melainkan menjadi medium penguatan soft skills, jejaring intelektual, serta pengembangan kepemimpinan kolektif. Mahasiswa didorong untuk memaknai keterlibatan organisasi sebagai bagian dari proses pembelajaran sosial dan akademik yang saling melengkapi.

Menjelang akhir kegiatan, sesi refleksi menjadi ruang konsolidasi pemahaman atas seluruh rangkaian materi yang telah diterima. Mahasiswa diajak untuk menimbang kembali peran dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa magister yang tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga matang secara sikap dan komitmen keilmuan. Penutupan kegiatan menandai berakhirnya rangkaian Sospem sekaligus menjadi titik transisi dari fase orientasi menuju fase pembelajaran magister yang lebih mandiri dan berorientasi pada pengembangan keilmuan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Sospem hari kedua berlangsung dengan nuansa reflektif, substantif, dan berorientasi pada pematangan identitas akademik mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa baru MES dan MAKSI FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mampu meneguhkan orientasi studinya, membangun integritas dan resiliensi akademik, serta siap berproses sebagai bagian dari komunitas akademik yang kritis, bertanggung jawab, dan berdaya saing global.

(RFA)