Kaprodi MES FEBI UIN Sunan Kalijaga Berkontribusi dalam Pembelajaran Ekonomi Pembangunan Berkelanjutan di IAIN Bangka Belitung

Yogyakarta — Program Studi Magister Ekonomi Syariah (MES), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus memperluas kontribusi akademiknya melalui keterlibatan dosen dalam kegiatan pembelajaran lintas perguruan tinggi. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui penugasan Dr. Muhammad Ghafur Wibowo, S.E., M.Sc., dosen sekaligus Kaprodi Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga, sebagai dosen luar biasa pada Program Studi Magister Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.

Pada Tahun Akademik 2026/2027, Dr. Muhammad Ghafur Wibowo mengampu mata kuliah Ekonomi Pembangunan Berkelanjutan pada pertemuan pertama hingga ketujuh. Mata kuliah berbobot tiga SKS ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai teori pembangunan ekonomi, tantangan keberlanjutan, serta kontribusi nilai-nilai ekonomi Islam dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berwawasan lingkungan. Terdapat 8 mahasiswa pada kelas ini yang kesemuanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) pada berbagai kementerian dan lembaga, seperti guru, petugas Kantor Urusan Agama (KUA), pustakawan, serta kementerian haji dan umroh.

Pembelajaran mengintegrasikan tiga perspektif utama, yaitu teori ekonomi pembangunan, konsep pembangunan berkelanjutan, dan ekonomi pembangunan Islam. Ketiganya dikembangkan melalui literatur utama karya Michael P. Todaro dan Stephen C. Smith, Handbook of Sustainable Development yang disunting oleh Giles Atkinson dan kolega, serta buku Ekonomi Pembangunan Islam yang diterbitkan Bank Indonesia bekerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Dalam tujuh pertemuan awal, mahasiswa diajak mendalami sejumlah isu fundamental pembangunan ekonomi. Pembahasan dimulai dari paradigma dan tujuan pembangunan, teori pertumbuhan ekonomi klasik, model pembangunan kontemporer, hingga fondasi pembangunan berkelanjutan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Materi selanjutnya diarahkan pada persoalan keadilan antargenerasi dan intragenerasi dalam perspektif maqāṣid al-syarī‘ah, kemiskinan dan ketimpangan ekonomi, serta hubungan antara dinamika kependudukan, modal manusia, pendidikan, kesehatan, dan produktivitas. Melalui rangkaian pembahasan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur berdasarkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga perlu mempertimbangkan kualitas hidup manusia, pemerataan kesejahteraan, keberlanjutan sumber daya alam, dan keadilan sosial.

Pendekatan pembelajaran menggunakan prinsip Outcome-Based Education (OBE) dengan menempatkan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam proses akademik. Kegiatan pembelajaran dirancang melalui seminar bacaan, kajian kasus, diskusi kritis, pemetaan konsep, analisis data, dan penyusunan tulisan argumentatif. Pendekatan tersebut bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi persoalan pembangunan, mengevaluasi kebijakan, dan mengembangkan alternatif solusi berdasarkan bukti empiris.

Aspek penting lainnya adalah pengintegrasian nilai-nilai ekonomi Islam dalam analisis pembangunan berkelanjutan. Konsep falāḥ, maṣlaḥah, maqāṣid al-syarī‘ah, keadilan (‘adl), amanah, dan tanggung jawab manusia sebagai khalīfah digunakan sebagai kerangka untuk menilai arah dan dampak pembangunan ekonomi. Dengan demikian, ekonomi Islam diposisikan bukan sekadar sebagai pendekatan normatif, tetapi juga sebagai perspektif analitis dalam merespons persoalan pembangunan kontemporer.

Pembelajaran turut diarahkan pada konteks pembangunan Indonesia, khususnya karakteristik ekonomi dan lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai isu seperti ketimpangan kesejahteraan, pengelolaan sumber daya alam, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi konteks penting untuk menghubungkan teori dengan tantangan pembangunan daerah.

Keterlibatan Dr. Muhammad Ghafur Wibowo sebagai dosen luar biasa mencerminkan kontribusi keilmuan dosen Magister Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga dalam pengembangan pendidikan ekonomi Islam di tingkat nasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman akademik antarlembaga, khususnya dalam penguatan kajian ekonomi pembangunan yang responsif terhadap persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Melalui kontribusi tersebut, Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga terus mendorong penguatan jejaring akademik, kolaborasi antarp erguruan tinggi, dan pengembangan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik lintas institusi dapat memperluas diseminasi keilmuan ekonomi syariah serta mendukung lahirnya pemikiran dan kebijakan pembangunan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.