Dari Nigeria ke Yogyakarta, Mustapha Mukhtar Menemukan Ruang untuk Bertumbuh di Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga
Pengalaman belajar lintas budaya, dukungan dosen, dan lingkungan akademik mendorong mahasiswa internasional ini menyiapkan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
YOGYAKARTA Berita Kampus | 9 Oktober 2026
Yogyakarta, Berangkat dari Nigeria dengan cita-cita mendalami ekonomi dan keuangan syariah, Mustapha Mukhtar kini menempuh studi pada Program Magister Ekonomi Syariah (MES),Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bagi Mustapha, keputusan memilih Indonesia dan UIN Sunan Kalijaga bukan sekadar melanjutkan pendidikan, melainkan langkah untuk memperkuat pengetahuan agar dapat memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sebelum melanjutkan studi di Indonesia, Mustapha meraih predikat First Class dan penghargaan Ado Bayero Prize sebagai lulusan terbaik di departemennya. Ia juga menjadi mahasiswa terbaik pada program Associate Certificate in Islamic Banking and Finance di Bayero University, Nigeria. Pengalaman akademik tersebut memperkuat ketertarikannya pada ekonomi Islam. Ia juga pernah bekerja di industri teknologi global bersama Meta untuk mendukung pasar Afrika Sub-Sahara serta bekerja sebagai pekerja lepas digital.
Mustapha menuturkan bahwa ia memilih Indonesia karena melihat negara ini sebagai salah satu pusat penting pengembangan ekonomi dan keuangan Islam. Di antara pilihan perguruan tinggi yang tersedia, UIN Sunan Kalijaga menarik perhatiannya karena memadukan nilai-nilai Islam dengan pendekatan ekonomi modern. Ia mengatakan sempat memiliki peluang beasiswa lain, tetapi memilih UIN karena merasa program tersebut paling sesuai dengan tujuan akademik dan kariernya.
Kehidupan di Yogyakarta menghadirkan pengalaman baru. Sebelum tiba, Mustapha membayangkan Yogyakarta sebagai kota kecil yang tenang dan dekat dengan pantai. Kenyataannya, ia menemukan kota pelajar yang hidup, dengan banyak kedai kopi, masyarakat yang ramah, dan suasana yang mendukung kegiatan belajar. Ia juga mulai akrab dengan nasi goreng dan masih terus belajar bahasa Indonesia serta sedikit bahasa Jawa.
Perbedaan budaya muncul dalam hal-hal sederhana. Es teh manis menjadi pengalaman kuliner baru baginya, sedangkan kebiasaan laki-laki mengenakan sarung ke masjid terasa berbeda dari budaya Hausa di kampung halamannya. Ia juga menemukan kemiripan antara tahu yang dijumpainya di Indonesia dengan awara, makanan jalanan yang dikenal di Nigeria. Perbedaan arah lalu lintas dan selisih waktu enam jam antara Indonesia dan Nigeria turut menjadi bagian dari proses adaptasi awalnya.
Dalam kegiatan akademik, Mustapha mengapresiasi lingkungan kampus yang bersih dan hijau, ruang kelas dengan teknologi pembelajaran modern, serta dosen yang mudah ditemui untuk berdiskusi dan meminta arahan. Untuk membantu mahasiswa internasional menghadapi kendala bahasa, UIN Sunan Kalijaga menyediakan kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama satu semester. Mahasiswa juga diajak mengenal budaya Jawa melalui kunjungan ke Omah Kecebong.
Menurut Mustapha, pengalaman di Yogyakarta telah membantunya membangun jejaring dengan mahasiswa lokal dan internasional, mengikuti kelompok ulasan buku, serta memperoleh undangan konferensi. Ia juga mendapat bimbingan dari para akademisi mengenai penulisan artikel yang ditujukan ke jurnal terindeks Scopus. Baginya, lingkungan akademik yang mendukung membuat cita-cita riset berskala internasional terasa lebih mungkin dicapai.
Pengalaman Mustapha berlangsung di tengah upaya UIN Sunan Kalijaga menjaga mutu pendidikan tinggi. Berdasarkan data resmi Lembaga Penjaminan Mutu, akreditasi institusi UIN Sunan Kalijaga berperingkat Unggul dengan masa berlaku hingga 21 Desember 2028. Laman resmi Program Magister Ekonomi Syariah juga berakreditasi Unggul untuk periode 2023–2028. Informasi ini memberi konteks kelembagaan bagi mahasiswa yang mempertimbangkan studi di bidang ekonomi syariah; status akreditasi tetap perlu dibaca sesuai jenjang dan program yang tercantum dalam dokumen resminya.
Setelah lulus, Mustapha membuka sejumlah kemungkinan: melanjutkan studi doktoral di UIN Sunan Kalijaga atau universitas lain di Indonesia maupun luar negeri, membangun karier di Indonesia atau negara lain, atau kembali ke Nigeria untuk membantu menjawab persoalan sosial di masyarakat. Ia juga berharap dapat bergabung lebih aktif dalam kegiatan mahasiswa internasional pada semester berikutnya.
Pesannya kepada calon mahasiswa internasional cukup tegas: UIN Sunan Kalijaga cocok bagi mereka yang ingin serius meneliti, berkembang sebagai pemimpin, dan memberi dampak lebih luas. Ia merangkum etos hidupnya dengan ungkapan, “No sweet without sweat” tidak ada hasil manis tanpa kerja keras.
Disusun oleh: Andriansyah Bastian, S.E.
Mahasiswa Prodi Magister Ekonomi Syariah