Hari Kedua SOSPEM 2026, Mahasiswa Pascasarjana FEBI UIN Sunan Kalijaga Perkuat Metodologi Riset Interdisipliner
Yogyakarta, 2 September 2026. Rangkaian Sosialisasi Pembelajaran Mahasiswa Baru (SOSPEM) Tahun 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memasuki hari kedua dengan menghadirkan narasumber ahli dari Universitas Islam Indonesia (UII). Pada hari kedua pelaksanaan SOSPEM, mahasiswa baru Program Magister dan Doktor Ekonomi Syariah mendapatkan pembekalan akademik melalui materi bertajuk “Penguatan Metodologi Riset Interdisipliner dalam Bidang Ekonomi, Akuntansi, dan Keuangan Syariah pada Jenjang Pascasarjana.”
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa pascasarjana menghadapi tuntutan akademik, khususnya dalam mengembangkan kemampuan penelitian yang mampu mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan. Dalam pemaparannya, narasumber dari Universitas Islam Indonesia menekankan pentingnya penguasaan metodologi riset bagi mahasiswa pascasarjana. Pada jenjang magister dan doktoral, kemampuan penelitian menjadi salah satu kompetensi utama yang harus terus dikembangkan. Pendekatan interdisipliner menjadi semakin relevan dalam kajian ekonomi dan keuangan syariah karena berbagai persoalan ekonomi kontemporer tidak dapat dipahami hanya melalui satu perspektif keilmuan.
Integrasi antara ekonomi, akuntansi, dan keuangan syariah memungkinkan mahasiswa menghasilkan penelitian yang lebih komprehensif, kontekstual, dan mampu menjawab persoalan nyata yang berkembang di masyarakat. Mahasiswa juga didorong untuk tidak hanya memahami metode penelitian secara teknis, tetapi mampu menentukan pendekatan metodologis berdasarkan rumusan masalah, tujuan penelitian, karakteristik data, serta kontribusi ilmiah yang ingin dihasilkan. Pembekalan metodologi riset ini juga diarahkan untuk membangun pola pikir mahasiswa agar mampu melihat persoalan ekonomi syariah dari berbagai sudut pandang.
Melalui pendekatan interdisipliner, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori dan konsep dari berbagai bidang sehingga menghasilkan penelitian yang memiliki kebaruan (novelty), relevansi, kedalaman analisis, dan kontribusi akademik. Bagi mahasiswa Magister dan Doktor Ekonomi Syariah, kemampuan tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi proses penyusunan tesis maupun disertasi. Mahasiswa didorong untuk mulai membangun tradisi riset sejak awal masa studi, mulai dari menemukan isu penelitian, melakukan kajian literatur, mengidentifikasi research gap, menentukan metodologi, hingga menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas.
Pelaksanaan hari kedua SOSPEM 2026 menunjukkan bahwa orientasi kegiatan tidak hanya sebatas pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk memberikan penguatan kapasitas akademik mahasiswa sejak awal perkuliahan. Kehadiran narasumber ahli dari Universitas Islam Indonesia memberikan perspektif tambahan bagi mahasiswa mengenai perkembangan metodologi penelitian dan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam pengembangan ilmu ekonomi syariah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk menjalani proses akademik di jenjang pascasarjana serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi, akuntansi, dan keuangan syariah.
Dengan semangat “Empowering Knowledge, Shaping the Future”, SOSPEM 2026 menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa pascasarjana yang tidak hanya kuat secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan riset, berpikir kritis, inovatif, dan mampu menawarkan solusi terhadap berbagai tantangan ekonomi syariah di era kontemporer.