Kuliah Umum Prodi MES: Islamic Economics and Development Problems in Muslim Countries

Selama beberapa tahun terakhir perkembangan ekonomi syariah secara global terus menunjukkan adanya peningkatan. Hal itu ditunjukkan oleh beberapa negara yang sudah dan mulai menginternalisasikan nilai dan sistem ekonomi syariah, salah satu diantaranya Indonesia. Indonesia sebagai salah satu negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi dan peluang yang sangat besar dalam penerapan ekonomi syariah. Selain mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, wacana bonus demografi juga menjadi faktor yang strategis dalam menggerakkan ekonomi syariah di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang tinggi memungkinkan adanya masyarakat yang lebih kreatif yang tentunya menjadikan bisnis dan keuangan Islam juga lebih beragam.

Permasalahan pembangunan masih menjadi tantangan bagi setiap negara. Melebarnya gap kesenjangan dan ketimpangan ekonomi. Menurut Byayima (2016) pada tahun 2010 terdapat 388 orang yang memiliki kekayaan setara dengan setengah penduduk dunia. Pada 2015, terdapat 62 orang didunia yang memiliki kekayaan setara dengan setengah penduduk dunia.

Menurut Chapra (1993) semua negara muslim merupakan negara-negara berkembang. Banyak masalah-masalah yang sering ditemukan dalam negara-negara muslim.Masalahan yang umum terjadi di negara muslim ialah ketidakseimbangan ekonomi makro yang diketahui dengan depresiasi nilai tukar mata uang yang berkelanjutan, defisit neraca pembayaran yang besar, pengangguran dan inflasi yang tinggi, depresiasi nilai mata uang yang terus-menerus, besarnya utang yang dimiliki, kesenjangan pendapatan sosial yang menjadi salah satu penyebab utama ketidakstabilan sosial-politik.

Oleh karena itu, Program Studi Magister Ekonomi Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga mengadakan Kuliah Umum dengan tema, “Islamic Economics and Development Problems in Muslim Country”. dengan pembicara Assoc. Prof. Dr. Mohd. Nizam Bin Barom dari IIU Malaysia pada hari Jum'at, 27 Oktober 2023 secara online. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi ide dan pemikiran mengenai perkembangan ekonomi Islam dan berbagai masalah pembangunan yang dihadapi oleh negara-negara muslim.