Kaprodi MES Hadiri dan Menjadi Pembicara Pertemuan APSESI 2026 di UIN Tulungagung
Dalam Upaya mewujudkan prodi ekonomi Syariah yang unggul, Asosiasi Prodi Ekonomi dan Jurusan Ekonomi Syariah Indonesia (APSESI), dan prodi ekonomi syariah seluruh Indonesia, Menyelenggarakan Kegiatan Focus Group Discussion tentang: APSESI Menuju Akreditasi Prodi Ekonomi Syariah yang Unggul dan Berdampak bagi Perkembangan Ekonomi Nasional Pada Selasa-Kamis, 8 sd 10 September 2026. Kegiatan Ini Berlangsung Di Aula Rektorat Lt 3, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.
Agenda FGD Ini Diikuti Oleh Para Akademisi Prodi Ekonomi Syariah (Sarjana Dan Magister) Dari Puluhan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Di Seluruh Indonesia. Kaprodi Magister Ekonomi Syariah (MES) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Muhammad Ghafur Wibowo, SE., MSc. juga berkesempatan hadir pada acara tersebut, bahkan menjadi salah satu narasumber pada kegiatan tersebut.
Kegiatan ini terdiri dari 4 kegiatan akademik yang utama yaitu pertama, visiting lecture. Visiting lecture diperlukan untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan dari dosen dari kampus lain. Dalam hal ini mahasiswa prodi Ekonomi Syariah (Sarjana dan Magister) UINSATU mendapatkan secercah ilmu pengetahuan dari masing-masing kaprodi dan sekprodi dari seluruh Indonesia. Selain itu dosen yang dalam hal ini kaprodi dan sekprodi ekonomi Syariah (Sarjana dan Magister) mendapatkan kesempatan rekognisi dibidang akademik sehingga semakin memicu semangat dan perbaikan dimasa depannya.
Kedua, tentang Kurikulum Prodi Ekonomi Syariah perspektif KNEKS, dan berkontribusi pada perkembangan ekonomi nasional. Kegiatan ini diisi oleh Dr. Sultan Emir, Phd. Direktur KNEKS Kementrian Keuangan. Dalam sambutannya bahwa prodi ekonomi Syariah memiliki ke khasan yang ditunjukkan adanya kesesuaian dengan respon industry. Oleh karena profil lulusan diantaranya adalah sebagai analis pengambil kebijakan ekonomi Syariah dipandang menarik. Hal ini memiliki distingsi dibanding dengan prodi lainya.
Ketiga, Narasumber dari Dewan Eksekutif Lamemba, Prof. Dr. Ina Primiana, S.E.M.T.) yang focus menyampaikan tentang akreditasi unggul dan internasional. Unggul itu memberi manfaat bagi lulusan dan kepercayaan terhadap Lembaga institusi perguruan tinggi. Menuju unggul tidak bisa instan, harus dipersiapkan. Prodi unggul itu reward dari upaya yang dilakukan prodi maupun UPPS dalam mengelola dan memastikan jaminan mutu Pendidikan yang berorientasi pada lulusan. Banyak diskusi yang menjadi bahan bagi para peserta, untuk mendapatkan pencerahan tentang akreditasi unggul. Disampaikan pula bahwa kurikulum berbasis OBE masih akan diterapkan pada tahun 2027, namun demikian untuk dimulai dan diterapkan.
Keempat, Narasumber dari Kaprodi Magister Ekonomi Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Dr.Muhammad Ghafur Wibowo), yang menyampaikan tentang kurikulum berbasis OBE. Kurikulum setidaknya berisi tentang penyusunan kurikulum, dan kurikulum itu sendiri. Kurikulum harus didasarkan pada visi, misi, strategi perguruan tinggi, masukan dari asosiasi, pengguna lulusan dan pemangku kepentingan lainya. Hal itu termanivestasikan dalam capaian pembelajaran lulusan. Terdapat ruang diskusi yang serius, mengingat. Dalam diskusi bersama terjadi evaluasi Profil lulusan baik Sarjana maupun Magister Ekonomi Syariah, dengan memperhatikan masukan dari KNEKS. Hasil diskusi menyepakati bahwa profil lulusan prodi ekonomi Syariah (Sarjana dan magister), focus pada ekonomi Syariah, mengingat hal ini memiliki jangkauan yang lebih luas. Selanjutnya disepakati template Kurikulum OBE dan Rubrik penilaian untuk bisa digunakan sebagai acuan prodi-prodi ekonomi Syariah.
Kegiatan asosiasi akan berkesinambungan dan pada tahun berikutnya disepakati di UIN Fatmawati Bengkulu pada tahun 2027.