HMPM MES FEBI UIN Sunan Kalijaga Gelar Sharia Investment Forum 2026, Perkuat Kapasitas Analisis Investor Muda Syariah di Tengah Tantangan Global

Yogyakarta, 11 Juni 2026 – Himpunan Mahasiswa Program Magister (HMPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Sharia Investment Forum 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Yogyakarta Lantai 2 ini mengangkat tema “Strengthening Analytical Capacity of Young Sharia Investors amid Global Market Challenges”, yang menyoroti pentingnya penguatan kemampuan analitis investor muda syariah dalam menghadapi dinamika ekonomi dan pasar keuangan global.

Forum yang diikuti oleh mahasiswa Magister Ekonomi Syariah ini menjadi wadah pembelajaran sekaligus ruang diskusi bagi generasi muda untuk memahami perkembangan pasar modal syariah, strategi investasi yang tepat, serta tantangan yang dihadapi investor di era ketidakpastian ekonomi global. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi HMPM FEBI UIN Sunan Kalijaga dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta, Galeri Investasi Syariah, serta mitra industri pasar modal.

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua HMPM FEBI UIN Sunan Kalijaga, Abdurahman, S.E., C.PS. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peningkatan literasi dan kapasitas analisis investasi merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi mahasiswa, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan akses terhadap instrumen investasi saat ini memberikan peluang yang besar bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pasar modal. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kemampuan analisis yang baik agar keputusan investasi yang diambil dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Ia juga menegaskan bahwa investasi syariah tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek etika, keberlanjutan, dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membekali diri dengan pengetahuan yang memadai agar mampu menjadi investor yang cerdas, bertanggung jawab, dan berintegritas.

“Melalui forum ini, kami berharap mahasiswa mampu memahami kondisi pasar secara lebih mendalam, meningkatkan kemampuan analisis dalam pengambilan keputusan investasi, serta menjadi bagian dari generasi investor syariah yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi nasional,” ungkapnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Agnes Sindhuanita, Mewakili Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Yogyakarta. Dalam paparannya, ia menjelaskan berbagai perkembangan terkini pasar modal Indonesia, pertumbuhan investor syariah, serta peluang besar yang dimiliki generasi muda dalam memanfaatkan instrumen investasi syariah. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan sebagai fondasi utama dalam membangun budaya investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, pertumbuhan jumlah investor muda di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang sangat positif. Namun demikian, peningkatan jumlah investor harus dibarengi dengan pemahaman yang baik mengenai risiko, mekanisme pasar, dan strategi investasi yang tepat agar tidak terjebak dalam keputusan investasi yang bersifat spekulatif.

Sesi berikutnya diisi oleh Ardho Zuhri Falah, Investment Advisor KISI Sekuritas, yang membahas berbagai strategi investasi di tengah kondisi pasar yang dinamis. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan pentingnya kemampuan membaca tren pasar, memahami analisis fundamental dan teknikal, serta membangun portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Ia juga memberikan berbagai contoh kasus dan pengalaman praktis terkait pengelolaan investasi, sehingga peserta dapat memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana menghadapi fluktuasi pasar dan menyusun strategi investasi jangka panjang. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta yang masih berada pada tahap awal dalam dunia investasi.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan diajukan dalam sesi diskusi, mulai dari prospek investasi syariah di tengah ketidakpastian ekonomi global, pengaruh kondisi geopolitik terhadap pasar modal, hingga strategi investasi yang relevan bagi mahasiswa dan investor pemula. Interaksi yang aktif antara narasumber dan peserta menciptakan suasana diskusi yang dinamis serta memperkaya wawasan seluruh peserta yang hadir.

Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi akademik, Sharia Investment Forum 2026 juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi pasar modal. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual dari ruang kelas, tetapi juga mendapatkan perspektif praktis langsung dari para pelaku industri yang berpengalaman.

Penyelenggaraan kegiatan ini sejalan dengan upaya HMPM FEBI UIN Sunan Kalijaga dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan semakin meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi syariah, diperlukan berbagai forum edukatif yang mampu membentuk investor yang tidak hanya memahami peluang keuntungan, tetapi juga mampu mengelola risiko dan mengambil keputusan investasi secara rasional.

Melalui Sharia Investment Forum 2026, HMPM FEBI UIN Sunan Kalijaga berharap dapat terus menjadi motor penggerak peningkatan literasi investasi syariah di kalangan mahasiswa serta melahirkan generasi investor muda yang memiliki wawasan luas, kemampuan analisis yang kuat, dan komitmen terhadap prinsip-prinsip syariah. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang siap berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

“Menguatkan Analisis, Meneguhkan Integritas, dan Mencetak Investor Syariah Masa Depan.”