Kuliah Umum dan Konsorsium Ekonomi Islam Prodi Magister Ekonomi Syariah 2024

Konsorsium Ekonomi Islam terus memainkan peranan penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan dan profesional di bidang ekonomi syariah, terutama bagi mahasiswa magister di Indonesia. Konsorsium ini hadir sebagai jembatan yang menghubungkan akademisi, praktisi, regulator, dan masyarakat luas untuk berkolaborasi, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan inovasi di sektor keuangan dan ekonomi berbasis syariah.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan konsorsium memberikan manfaat besar, termasuk akses ke penelitian terbaru, peluang kerja sama dengan lembaga keuangan syariah, serta penguatan keterampilan praktis yang siap pakai di dunia kerja. Mempertimbangkan pentingnya konsorsium tersebut, Program Studi Magister Ekonomi Syariah, FEBI UIN Sunan Kalijaga bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Program Magister (HMPM), pada hari jum’at 15 November 2024 mengadakan kegiatan konsorsium ekonomi Islam (IEC) dan disambung dengan panel sesion oleh para pakar dalam Kuliah Umum dengan tema “The Contribution of Islamic Finance To The SDGS: Supporting The Halal Industry In Developing Countries

Islamic Economic Consorsium digelar dengan loka karya ilmiah yang diikuti oleh berbagai universitas termasuk Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, UGM. Sedangkan kuliah umum mendatangkan Narasumber Internasional yaitu Dr. Muhamad Abduh (School of Business and Economics Universiti Brunei Darussalam) dan Dr. Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc., CFP (Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta). Dr. Muhamad Abduh melalui risetnya memberikan pengetahuan betapa pentingnya instrumen keuangan sosial Islam seperti zakat, wakaf, dan infaq dapat berfungsi sebagai alat keuangan dasar untuk mendukung sektor pangan halal, memungkinkan akses terhadap modal untuk produksi, distribusi, dan proyek ketahanan pangan halal. Analisis mendalam juga ditambahkan oleh Dr. Leo Indra Wardhana, S.E., M.Sc., CFP melalui riset empirisnya tentang peran Bank Islam dalam SDGs. Bahwasanya secara keseluruhan, Bank Islam memberikan lebih sedikit pembiayaan ramah lingkungan dibandingkan dengan bank konvensional, namun kemungkinannya untuk menyalurkan pembiayaan ramah lingkungan semakin meningkat dari waktu ke waktu.. Riset empiris dari para narasumber juga sangat menginspirasi mahasiswa terutama dari pengambilan tema tesis, metodologi serta kedalaman riset.

Dengan demikian melalui konsorsium mampu memperkuat kolaborasi internasional, memperluas perspektif mahasiswa tentang tantangan ekonomi Islam di berbagai belahan dunia terutama perannya dalam SDGS dan supporting Industri Halal. Program ini mendorong pertukaran ide, pendekatan lintas kampus dan lintas negara, dan pengembangan solusi inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat global.

Dengan segala kontribusi tersebut, Konsorsium Ekonomi Islam dan kuliah umum telah menjadi platform penting yang tidak hanya menghubungkan mahasiswa dengan dunia profesional, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan dalam pengembangan ekonomi Islam yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan. [Zy].